INTERMEDIATE LIFE SUPPORT

 img_1525

Kasus kegawatdaruratan merupakan salah satu bentuk kondisi medis yang sering dijumpai dipraktik keseharian, terlebih lagi bagi para praktisi medis yang langsung terlibat dalam pelayanan gawat darurat. Berbagai keadaan dapat menyebabkan munculnya keadaan gawat darurat, mulai dari proses patologis intrakranial, metabolik, infeksi, malignansi, degenerasi  hingga trauma.

Begitu banyak dan beragamnya penyebab kegawat daruratan yang mungkin terjadi, membuat seorang praktisi medis yang tengah menangani kasus gawat darurat dituntut untuk mampu berpikir secara komprehensif, dan sistemik dengan mempertimbangkan berbagai keterlibatan sistem organ pasien untuk dapat menentukan penyebab utama kondisi gawat darurat dan  penanganan yang tepat.

Satu hal yang menjadi penyulit dalam menangani pasien gawat darurat adalah seorang praktisi medis hanya dapat memperoleh informasi yang sangat terbatas mengenai riwayat perjalanan penyakit, karena umumnya pasien berada dalam kondisi tidak sadar sehingga anamnesis langsung terhadap pasien yang tengah mengalami penurunan kesadaran tentunya sama sekali tidak bisa dilakukan. Dalam hal ini, alloanamnesis dan hasil pemeriksaan fisik harus menjadi landasan dalam diagnosis dan penanganan kasus tersebut.

img_1933

Peralihan pola pendidikan profesi dengan pendidikan dokter akan menjadi tantangan tersendiri bagi para peserta didik. Proses pendidikan profesi akan memaparkan peserta didik dalam belajar menangani  kasus secara langsung dengan pasien nyata di bawah supervisi dokter pendidik klinis yang telah ditunjuk. Hal ini tentunya membutuhkan penguatan dasar teori dan skills, terutama pada kasus gawat darurat yang membutuhkan pemikiran dan penanganan secara cepat dan tepat.

Perguruan Tinggi Muhammadiyah melalui APKKM telah menyepakati akan adanya pelatihan khusus yang diberikan berjenjang pada peserta didik di Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah diseluruh Indonesia. BLS (Basic Life Support) diberikan saat mahasiswa menjadi peserta didik S1 Profesi Dokter, ILS (Intermediate Life Support) diberikan saat mahasiswa memasuki Pendidikan Profesi Dokter. Dan ALS (Advance Life Support) yang diberikan setelah selesai Pendidikan Profesi Dokter.

Menanggapi kondisi di atas, Fakultas Kedokteran UMSU melaksanakan Intermediate Life Support bagi para mahasiswa yang akan  mengikuti pendidikan profesi secara reguler sebelum mahasiswa memasuki pendidikan profesi, agar para mahasiswa mampu berpikir secara komprehensif dan sitematik namun tetap mengedepankan prinsip ‘time saving is life saving’ saat menghadapi kasus gawat darurat.

img_1664

Pada tahun ini kegiatan ILS FK UMSU dilaksanakan pada tanggal 1-2 Maret 2017, pelatihan berlangsung selama 2 hari yang berisikan topik kegawatan pada bidang Ilmu Penyakit Dalam, Ilmu Bedah, Ilmu Kesehatan Anak, dan Ilmu Obstetri Ginekologi. Pelatihan ini dibuka langsung oleh Wakil Dekan 1 FK UMSU (dr. Makmur Husaini, DTM&H, Sp. ParK). Pelatihan ini berisi ceramah/Simposium, diskusi aktif, Workshop dan simulasi kasus (vignette) seputar berbagai penyebab dan penanganan kasus gawat daruat ditinjau dari berbagai disiplin ilmu dan sistem organ. Pembicara pada pelatihan ini merupakan ekspert terbaik dibidangnya yang berada di kota Medan. Diharapkan, dengan seminar dan workshop ini diperoleh suatu pola pikir komprehensif dan keterampilan yang profesional bagi mahasiswa yang akan menjalani pendidikan profesi, sehingga mampu menangani kasus gawat darurat dengan baik saat berada dalam proses pendidikan profesi di RS Pendidikan dan RS Jejaring FK UMSU.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *