Konferensi APPPTMA dengan tema “Tantangan Pascasarjana di Era Revolusi Industri 4.0″ merupakan jawaban dari tantangan pendidikan untuk meningkatkan kualitas akademik.

Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) sukses menjadi tuan rumah kegiatan Musyawarah Nasional (Munas) ke-4 dan Konferensi Nasional ke-8 di Asosiasi Program Pascasarjana Perguruan Tinggi Muhammadiyah – Aisyiyah (APPPTMA).

Pembukaan kegiatan ini digelar di Rumah Dinas Wali Kota Medan, Jalan Sudirman, Jumat  malam (30/11). Dalam pertemuan ini hadir, Majelis Dikti Litbang Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof Dr.H Lincoln Arsyad, Rektor UMSU Dr Agussani, M.Ap, Ketua Asosiasi Pascasarjana Perguruan Tinggi Muhammadiyah-Aisyiyah se Indonesia, Prof. Dr Khuzaifah Dimyati dan para Civitas akademi UMSU dan Seluruh Peserta Munas dan Konferensi Nasional.

Wali Kota Medan Drs HT Dzulmi Eldin S, MSi  MH yang diwakili Asisten Umum Ikhwan Habibi Daulay dalam sambutannya menyampaikan, Pemerintah Kota Medan menyambut baik digelarnya acara ini. Walikota berharap, kolaborasi seluruh PTMA terus dilaksanakan dalam berbagai bidang. “Artinya dengan bekerjasama dan sama-sama bekerja, Insyaallah akan mampu meraih hasil yang baik,” ujarnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, kegiatan ini sangat penting untuk menjadi basis pengembangan gerakan ilmu pengetahuan dan teknologi. Artinya pertemuan ini bisa dimanfaatkan untuk terus meningkatkan gerakan islam berkemajuan Muhammadiyah di masa yang akan datang.

“Saya berharap pertemuan ini dapat melahirkan ketentuan atau peraturan yang bisa diimplementasikan oleh semua Perguruan tinggi Muhammadiyah – Aisyiyah di seluruh Indonesia. Dengan begitu maka kualitas pendidikan di berbagai Perguruan Tinggi Muhammadiyah – Aisyiyah akan meningkatkan seiring dengan berlakunya standar yang sama”, katanya.

Sementara itu, Majelis Dikti Litbang Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof Dr H Lincolin Arsyad, yang membuka Pertemuan ini menjelaskan Musyawarah Nasional ( Munas ) ke-4 dan Konferensi Nasional ke-8 Asosiasi Program Pascasarjana Perguruan tinggi Muhammadiyah – Aisyiyah ini merupakan pertemuan yang digelar setiap tahunnya dan bertujuan untuk kemajuan Perguruan Tinggi Muhammadiyah – Aisyiyah.

Ia menjelaskan, bahwa keberadaan Perguruan Tinggi Muhammadiyah-‘Aisyiyah  (PTMA) telah memberikan kontribusi positif bagi bangsa Indonesia dalam ikut serta mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) yang handal untuk membangun Indonesia di masa depan.

“SDM merupakan salah satu pilar untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan tekonologi (IPTEK), karena salah satu ukuran suatu Negara itu masuk kelompok Negara maju adalah penguasaan terhadap ipteks melalui proses pendidikan yang berkualitas,” jelasnya.

Lebih lanjut ia mengungkapkan, bahwa tahun 2016 tantangan baru telah ditabuh melalui kesepakatan Negara-negara Asia Tenggara dengan membentuk Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) atau sering disebut dengan istilah  ASEAN Economic Community (AEC) yang salah satunya adanya pasar bebas tenaga kerja. Kompetisi tenaga kerja akan semakin ketat, maka menuntut lembaga pendidikan Muhammadiyah harus berhasil melahirkan SDM yang berkualitas yang diproses melalui proses pendidikan yang berkualitas pula.

“Ukuran kualitas suatu lembaga pendidikan ditentukan oleh akreditasi institusi, akreditas program studi, dan akreditasi internasional  serta rangking nasional dan internasional,” sebutnya.

Karena itu, kata Lincolin,  kata Standar untuk mendapatkan akreditasi unggul salah satunya adalah banyakanya karya ilmiah dosen dan mahasiswa hasil dari penelitian yang di publikasikan di jurnal nasional terakreditasi dan jurnal internasional yang terindeks di Scopus/Thomson, memberikan dampak positif bagi bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

“Dengan demikian Konferensi Nasional ke-8 Asosiasi Program Pascasarjana Perguruan Tinggi Muhammadiyah (APPPTM)  menentukan tema  “Tantangan Pascasarjana di Era Revolusi Industri 4.0″ merupakan jawaban dari tantangan pendidikan untuk meningkatkan kualitas akademik,” ujarnya.

Selanjutnya Pertemuan ini dilanjutkan dengan penukaran cenderamata oleh Wali Kota Medan kepada Majelis Dikti Litbang Pimpinan Pusat Muhammadiyah Sebagai ungkapan Selamat Datang dan Terima Kasih.

Di hari kedua, Sabtu (1/12/2018) acara dilanjutkan di Aula Gedung Pascasarjana UMSU Jl. Denai 217 Medan, dengan agenda acara inti Musyawarah Nasional (Munas) ke-4 dan Konferensi Nasional ke-8 di Asosiasi Program Pascasarjana Perguruan Tinggi Muhammadiyah – Aisyiyah (APPPTMA).

Kemudian di sore harinya, rangkain kegiatan ini ditutup dengan melepas keberangkatan seluruh peserta menuju Parapat untuk menikmati panorama keindahan Danau Toba yang merupakan  ikon parawisata Sumut. (RSFN)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *