Prodi Pendidikan Dokter merupakan pendidikan pendidikan kedokteran tahap akademik yang terdiri dari 144 sks dalam 8 semester. Kurikulum prodi pendidikan dokter menggunakan metode pendekatan hybrid problem based leaning (hybrid PBL) yang disusun secara spiral yaitu secara bertahap dari yang sederhana ke yang kompleks.

Strategi pendekatan pembelajaran berdasarkan metode SPICES (Student Centered, Problem-based, Integrated, Community Oriented, Early Clinical Exposure dan Systematic).

Student centered merupakan strategi pembelajaran dimana mahasiswa berperan aktif dan mandiri, serta sebagai pribadi dewasa dan bertanggung jawab sepenuhnya atas pembelajarannya. Pembelajaran ini dicapai melalui Small Group Discussion (SGD), mahasiswa belajar secara aktif dari suatu pemicu skenario dan difasilitasi oleh tutor. Dosen sebagai tutor akan memfasilitasi diskusi kelompok mahasiswa dan menstimulus mahasiswa dalam mencapai tujuan pembelajaran.

Problem Based merupakan konsep pembelajaran dimana mahasiswa belajar berdasarkan masalah sebagai pemicu atau ilustrasi kasus yang digunakan untuk mencari, menggali, dan mengumpulkan informasi. Pembelajaran ini diterapkan pada SGD dan Keterampilan Klinik Dasar (KKD).

Integrated merupakan suatu pendekatan dalam proses pembelajaran yang menggunakan pendekatan antar bidang studi, menggabungkan bidang studi dengan cara menetapkan kurikulum, keterampilan dan konsep yang terintegrasi baik secara vertikal maupun horizontal, sehingga mmahasiswa diharapkan tidak berfikir secara terkotak-kotak dalam masing-masing disiplin ilmu tetapi dapat menghubungkan dan mengintegrasikan pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki secara utuh lintas disilpin ilmu.

Community Oriented merupakan pendekatan yang mengarahkan kepada sistem pembelajaran yang berorientasi pada kebutuhan dan kepentingan masyarakat. Mahasiswa tidak dibatasi oleh ruang kelas tetapi juga mempelajari kehidupan masyarakat yang ada di lingkungan nyata.

Early Clinical exposure salah satu metode pembelajaran dimana mahasiswa dikenalkan lebih awal pada kondisi klinis sesuai dengan blok dan modul yang sedang dijalankan. Konsep ini diimplementasikan pada kegiatan pembelajaran berbasis komunitas seperti kegiatan keluarga binaan kesehatan (KBK), Project Based Learning, orientasi ke RS dan puskesmas.

Systematic merupakan proses pembelajaran dengan tujuan, materi dan tahapan-tahapan yang jelas, logis dan tertib sehingga mahasiswa dapat memperoleh pemahaman yang lebih baik dan dapat mencapai kompetensi yang diharapkan.