“Mewujudkan Generasi Sehat Melalui Pemenuhan Gizi Anak Pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK)”
Medan, 20 Agustus 2026 — Program Pendidikan Dokter Spesialis Kedokteran Keluarga Layanan Primer (PPDS KKLP) Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (FKIK UMSU) Angkatan I melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Puskesmas Helvetia, Jl. Kemuning No. 1, Helvetia, Kecamatan Medan Helvetia, Kota Medan, Sumatera Utara 20124, pada 20 Agustus 2026.mKegiatan ini diketuai oleh dr. Yulia Maryani, salah satu peserta didik PPDS KKLP FKIK UMSU Angkatan I, yang berkoordinasi dengan Ketua Angkatan I, dr. Ikhwan Marzuqi. Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Kepala Program Studi Spesialis Kedokteran Keluarga Layanan Primer FKIK UMSU, dr. Ance Roslina, M.Kes., Sp.KKLP., Subsp.FOMC, beserta jajaran dosen Program Studi Sp.KKLP FKIK UMSU. Turut hadir Kepala Puskesmas Helvetia, dr. Indra Gunawan, yang menyambut baik pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat tersebut.
Peserta kegiatan merupakan kelompok Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) di lingkungan Puskesmas Helvetia. Kegiatan ini bertujuan agar pengetahuan yang diperoleh peserta dapat ditularkan kepada keluarga dan dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari di rumah, khususnya sebagai bagian dari upaya membangun kesehatan generasi penerus. Dalam kegiatan tersebut disampaikan bahwa penyakit kronis yang banyak diderita oleh kelompok Prolanis, seperti diabetes melitus dan hipertensi, pada dasarnya memiliki keterkaitan dengan proses yang telah berlangsung sejak 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Penyakit tersebut tidak serta-merta terbentuk hanya dalam waktu satu atau dua bulan, tetapi proses yang berkaitan dengan risiko penyakit kronis dapat terbentuk sejak masa kehidupan di dalam rahim. Periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), yang dimulai sejak masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun, merupakan periode emas (golden period) yang sangat menentukan kualitas tumbuh kembang anak di masa depan. Pemenuhan gizi seimbang pada anak menjadi salah satu faktor yang berkaitan erat dengan keberhasilan tumbuh kembang sekaligus pencegahan berbagai penyakit di masa mendatang.
Kurangnya edukasi yang bersifat terpadu mengenai aspek gizi pada periode 1.000 HPK di tingkat layanan primer dapat membuat persoalan penyakit kronis yang dialami kelompok Prolanis berpotensi berlanjut pada generasi penerus. Kondisi tersebut dapat terjadi ketika keluarga belum memiliki pengetahuan yang memadai mengenai upaya mencegah penyakit kronis pada anak dan cucu melalui pemenuhan gizi yang seimbang sejak awal kehidupan. Oleh karena itu, kegiatan edukasi terpadu yang menyasar kelompok Prolanis menjadi penting. Kelompok ini memiliki peran dalam dinamika keluarga, termasuk dalam pengambilan keputusan yang berkaitan dengan kesehatan generasi penerus. Edukasi tersebut menjadi bagian dari upaya promotif dan preventif untuk mendukung keberhasilan pemenuhan gizi selama 1.000 HPK sekaligus mencegah penyakit kronis yang berpotensi diderita anak pada masa tuanya. Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, PPDS KKLP FKIK UMSU Angkatan I berupaya menyampaikan pemahaman mengenai pentingnya memperhatikan kesehatan sejak awal kehidupan. Pengetahuan yang diperoleh diharapkan tidak hanya berhenti pada peserta kegiatan, tetapi juga dapat diteruskan kepada anggota keluarga, khususnya generasi penerus, sehingga dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Peserta mengikuti paparan materi dengan sangat antusias. Hal tersebut terlihat dari banyaknya pertanyaan yang disampaikan selama kegiatan berlangsung. Berbagai pertanyaan yang diajukan menunjukkan perhatian peserta terhadap upaya membangun kesehatan generasi penerus melalui pemenuhan gizi dan perhatian terhadap kesehatan sejak periode awal kehidupan. Antusiasme peserta bahkan terlihat dari adanya permintaan untuk kembali mengadakan edukasi dengan materi yang sama pada kesempatan berikutnya. Salah satu peserta mengusulkan agar kegiatan tersebut turut mengundang anak-anaknya yang telah berkeluarga, sehingga pengetahuan yang diperoleh dapat diteruskan dan diterapkan dalam keluarga, khususnya untuk mendukung kesehatan cucu mereka. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini menjadi bagian dari penerapan peran Kedokteran Keluarga Layanan Primer dalam memberikan edukasi kesehatan yang tidak hanya berfokus pada individu, tetapi juga memperhatikan keluarga dan generasi penerus. Melalui kegiatan ini, PPDS KKLP FKIK UMSU Angkatan I terus berupaya berkontribusi dalam meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya kesehatan dan pemenuhan gizi sejak periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan.


