Edukasi Gizi 1000 Hari Pertama Kehidupan bagi Ibu Hamil dan Ibu Balita di Puskesmas Terjun
Medan Marelan, 22 Agustus 2026 — Sejak pagi, Aula Unit Pelaksana Teknis (UPT) Puskesmas Terjun, Kecamatan Medan Marelan, Kota Medan, dipadati ibu hamil dan ibu yang membawa balita. Mereka antusias mengikuti kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk “Gerakan Ibu Cerdas: Meningkatkan Pengetahuan dan Perilaku Gizi Ibu Hamil dan Ibu dengan Balita melalui Edukasi 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK)”. Kegiatan tersebut digagas oleh residen Program Pendidikan Dokter Spesialis Kedokteran Keluarga Layanan Primer (PPDS KKLP) Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (FKIK UMSU) Angkatan II sebagai bentuk kontribusi dalam meningkatkan pengetahuan dan perilaku masyarakat terkait pemenuhan gizi ibu dan anak, sekaligus mendukung upaya pencegahan stunting di tingkat layanan primer. Persoalan stunting masih menjadi salah satu tantangan kesehatan masyarakat yang membutuhkan perhatian bersama. Salah satu faktor yang berperan adalah masih terbatasnya pemahaman keluarga mengenai pemenuhan gizi seimbang, praktik ASI eksklusif, serta pemberian Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) yang sesuai dengan usia dan kebutuhan gizi anak. Berangkat dari kondisi tersebut, tim residen PPDS KKLP FKIK UMSU merancang kegiatan yang tidak hanya berfokus pada penyampaian materi, tetapi juga memberikan pengalaman praktis kepada peserta. Salah satu kegiatan utama adalah demonstrasi dan praktik langsung penyusunan menu MP-ASI menggunakan bahan pangan lokal yang mudah diperoleh dan terjangkau.
Kegiatan dimulai pukul 08.00 WIB dengan registrasi peserta. Pada tahap awal, balita yang hadir menjalani pengukuran antropometri yang meliputi berat badan, tinggi badan, lingkar kepala, dan Lingkar Lengan Atas (LILA). Setelah pembukaan oleh pembawa acara, kegiatan dilanjutkan dengan sambutan dari sejumlah pihak yang mendukung pelaksanaan program. Ketua panitia, dr. Ahmad Rizki Ramanda Nasution, menyampaikan latar belakang serta tujuan pelaksanaan kegiatan. Sambutan berikutnya mewakili Ketua Program Studi PPDS KKLP FKIK UMSU, dr. Ance Roslina, Sp.KKLP, yang disampaikan oleh dr. Yulia. Dalam sambutannya, disampaikan apresiasi terhadap inisiatif para residen dalam menghadirkan edukasi kesehatan secara langsung kepada masyarakat. Turut hadir Kepala UPT Puskesmas Terjun, dr. Tissa Rildayanti Nasution, yang menyambut baik kolaborasi tersebut sebagai bagian dari penguatan upaya promotif dan preventif di wilayah kerja Puskesmas Terjun. Sebelum materi utama dimulai, peserta terlebih dahulu mengisi kuesioner pre-test untuk mengetahui tingkat pengetahuan awal mengenai gizi pada periode 1000 HPK dan MP-ASI. Materi mengenai gizi ibu hamil, pentingnya periode 1000 HPK, ASI eksklusif, serta prinsip dasar pemberian MP-ASI disampaikan secara interaktif oleh dr. Yenita Djas, M.Biomed, Sp.KKLP. Dalam pemaparannya, peserta diberikan pemahaman bahwa periode sejak masa konsepsi hingga anak berusia dua tahun merupakan periode penting dalam menentukan pertumbuhan dan perkembangan anak. Oleh karena itu, pemenuhan kebutuhan gizi sejak kehamilan hingga dua tahun pertama kehidupan perlu menjadi perhatian utama keluarga.
Antusiasme peserta terlihat selama sesi diskusi dan tanya jawab. Berbagai pertanyaan disampaikan, mulai dari tekstur makanan yang sesuai dengan tahapan usia bayi, cara mengenali tanda lapar dan kenyang, hingga cara mengolah bahan pangan lokal menjadi makanan bergizi dengan biaya yang terjangkau. Setelah jeda konsumsi, kegiatan dilanjutkan dengan demonstrasi dan praktik langsung penyusunan menu MP-ASI. Para ibu tidak hanya melihat proses pengolahan, tetapi juga diajak memahami dan mempraktikkan cara mengolah bahan makanan sederhana menjadi menu MP-ASI yang bergizi. Beberapa menu yang diperkenalkan antara lain bubur ayam labu, puree alpukat pisang, serta tim ikan tahu bayam. Resep tersebut telah disusun secara praktis oleh tim residen agar mudah diterapkan oleh keluarga di rumah. Pada saat yang sama, balita yang hadir mendapatkan pemantauan tumbuh kembang dan konseling gizi sederhana. Sementara itu, ibu hamil memperoleh pemeriksaan tekanan darah dan kadar gula darah sebagai bagian dari skrining kesehatan dasar. Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan pengisian post-test untuk mengetahui peningkatan pengetahuan peserta setelah mendapatkan edukasi. Kegiatan juga diisi dengan pembagian bingkisan kepada peserta dan buah tangan kepada kader posyandu, serta dokumentasi bersama panitia, narasumber, dan tamu undangan.
Salah satu luaran penting dari kegiatan “Gerakan Ibu Cerdas” adalah booklet “Panduan Praktis MP-ASI untuk Kader Posyandu” yang disusun oleh tim residen PPDS KKLP FKIK UMSU Angkatan II. Booklet tersebut dirancang sebagai media edukasi yang dapat digunakan secara berkelanjutan oleh kader posyandu dalam memberikan pendampingan kepada keluarga. Materinya mencakup empat prinsip utama pemberian MP-ASI, yaitu tepat waktu, adekuat dan padat gizi, aman dan higienis, serta responsif. Selain itu, booklet juga dilengkapi dengan panduan tekstur dan frekuensi makan berdasarkan tahapan usia anak, mulai dari 6–8 bulan, 9–11 bulan, hingga 12–23 bulan. Tersedia pula contoh menu harian, resep sederhana, prinsip keamanan pangan, serta panduan responsive feeding yang disusun dengan bahasa praktis agar mudah dipahami dan diterapkan oleh kader di tingkat posyandu. Penyusunan booklet mengacu pada dua rujukan utama, yaitu WHO Guideline for Complementary Feeding of Infants and Young Children 6–23 Months of Age (2023) dan Petunjuk Teknis Pemantauan Praktik MP-ASI dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (2024). Booklet tersebut juga telah memperoleh Hak Kekayaan Intelektual (HAKI). Dengan demikian, produk ini tidak hanya menjadi materi pendukung dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga menjadi karya ilmiah terapan yang dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan sebagai media edukasi bagi kader posyandu dalam mendampingi keluarga di wilayah kerja Puskesmas Terjun dan sekitarnya. Keberhasilan kegiatan ini tidak terlepas dari kerja sama dan kekompakan seluruh tim pelaksana. Sebanyak 11 residen PPDS KKLP FKIK UMSU Angkatan II terlibat sebagai panitia sekaligus penyusun booklet, yaitu dr. Arnila Melina, M.K.M.; dr. Cindy Mentari, M.Biomed, AIFO-K; dr. Muhammad Abdi Riyantono, M.K.M.; dr. Ahmad Rizki Ramanda Nasution; dr. Andika Wirza, MKK; dr. Alamsyah Prasetyo KS; dr. Erlinda Yani, M.K.M.; dr. Novina Haryani; dr. Bobby Mardhika Effendi, MM.RS; dr. Ichwan Al Fasih, M.Biomed, M.H.; dan dr. Muhammad Agung. Pelaksanaan kegiatan juga mendapat dukungan dari jajaran dosen dan pimpinan program studi yang hadir untuk memberikan pendampingan, menyampaikan sambutan, serta memantau rangkaian kegiatan dari awal hingga akhir. Keterlibatan tersebut menjadi bagian dari proses pembinaan residen dalam mengembangkan dan menerapkan kompetensi kedokteran keluarga layanan primer, khususnya dalam aspek promotif dan preventif serta pemberdayaan masyarakat. Kegiatan “Gerakan Ibu Cerdas” menjadi salah satu bentuk nyata sinergi antara pendidikan kedokteran spesialis dan kebutuhan kesehatan masyarakat di tingkat layanan primer. Melalui edukasi yang sederhana, aplikatif, dan berkelanjutan, para residen PPDS KKLP FKIK UMSU Angkatan II berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran keluarga mengenai pentingnya pemenuhan gizi sejak masa kehamilan hingga dua tahun pertama kehidupan. Lebih dari sekadar kegiatan edukasi, program ini diharapkan dapat memperkuat peran kader posyandu dan keluarga dalam memantau tumbuh kembang anak serta menerapkan praktik pemberian makanan yang tepat. Dengan kolaborasi antara institusi pendidikan, fasilitas pelayanan kesehatan, kader, dan masyarakat, upaya pencegahan stunting dapat dilakukan secara lebih terarah dan berkesinambungan. Melalui semangat “Gerakan Ibu Cerdas”, PPDS KKLP FKIK UMSU Angkatan II terus berupaya menghadirkan peran kedokteran keluarga yang dekat dengan masyarakat, sekaligus berkontribusi dalam mempersiapkan generasi yang sehat, tumbuh optimal, cerdas, dan bebas stunting sejak dini.




