BATUBARA – Sebagai wujud nyata pengabdian masyarakat berbasis ilmiah, Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) yang diusung oleh PK IMM Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (FKIK UMSU) telah melaksanakan tahap visitasi pada Kamis, 30 Oktober 2025. Kegiatan ini berlangsung di Desa Nenas Siam, Kecamatan Medang Deras, Kabupaten Batubara, Sumatera Utara, dan menjadi momen evaluatif sekaligus bentuk pertanggungjawaban program kepada para pemangku kepentingan.
Acara visitasi ini dihadiri secara langsung oleh Reviewer dari Kementerian, yang menjadi penilai utama kelayakan dan kemajuan program. Turut hadir dalam kesempatan ini adalah Wakil Dekan III FKIK UMSU, Dosen Pendamping, serta seluruh mahasiswa peserta PPK Ormawa, yang menunjukkan komitmen tinggi universitas terhadap kegiatan kemahasiswaan.
Kehadiran para pejabat daerah seperti Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Batubara, Kepala Puskesmas Pagurawan, Camat Kecamatan Medang Deras, dan Kepala Desa Pagurawan semakin menyemarakkan acara. Kehadiran mereka tidak hanya sebagai bentuk dukungan formal, tetapi juga menjadi apresiasi konkret terhadap kontribusi nyata yang dihadirkan oleh mahasiswa FKIK UMSU bagi masyarakat.
Program unggulan yang diusung dalam PPK Ormawa kali ini mengangkat judul “SIBERIA (Sehat, Bersih, Bebas Malaria): Strategi Terintegrasi Berbasis IoT dan Pengelolaan Sampah untuk Eliminasi Malaria di Desa Nenas Siam.” Program ini dirancang sebagai sebuah solusi komprehensif yang menggabungkan pendekatan teknologi dan perubahan perilaku masyarakat.
Melalui “SIBERIA”, tim mahasiswa tidak hanya melakukan sosialisasi biasa, tetapi menghadirkan sebuah terobosan inovatif dengan memanfaatkan Internet of Things (IoT) untuk memantau dan mencegah penyebaran malaria, didukung dengan program pengelolaan sampah untuk memutus mata rantai perkembangbiakan nyamuk. Diharapkan, inisiatif ini mampu memberikan solusi yang berkelanjutan dalam mendukung upaya eliminasi malaria, sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan dan kebersihan lingkungan masyarakat desa secara signifikan.
Kegiatan ini merupakan bukti nyata sinergi yang kuat antara akademisi (FKIK UMSU), pemerintah daerah, dan masyarakat. Kolaborasi strategis semacam ini merupakan langkah fundamental dalam mewujudkan cita-cita desa yang sehat, mandiri, dan berdaya, serta mencerminkan peran aktif mahasiswa sebagai agen perubahan di masyarakat.



