Apa Itu Kanker Payudara?
Kanker payudara merupakan salah satu kanker yang paling banyak dibicarakan. Kanker payudara umumnya menyerang wanita. Kanker payudara disebabkan oleh adanya infeksi virus pada payudara.
Kanker payudara dapat disebarkan melalui aliran darah atau yang biasa diketahui sebagai sistem getah bening. Kanker payudara sama berbahayanya dengan kanker lainnya. Sangat berbahaya bukan kanker payudara? π€π€π€
Nah guna menambah pengetahuan kalian akan kanker payudara. Alangkah baiknya kalian membaca penjelasannya di bawah ini. πππ
Berikut Jenis-Jenis Kanker Payudara:
-
Karsinoma Duktal Invasif (Invasive Ductal Carcinoma, IDC)
Kanker payudara yang pertama adalah karsinoma duktal invasif. Kanker payudara ini merupakan jenis kanker payudara yang paling umum. Karsinoma duktal invasif terjadi ketika sel-sel kanker menembus dinding saluran susu dan menyerang jaringan sekitarnya. Ini dapat menyebar ke kelenjar getah bening atau ke bagian tubuh lainnya.
-
Karsinoma Lobular Invasif (Invasive Lobular Carcinoma, ILC)
Kanker payudara yang kedua adalah karsinoma lobular invasif. Kanker payudara ini merupakan jenis kanker payudara yang lebih jarang dibandingkan dengan karsinoma duktal invasif. Karsinoma lobular invasif dimulai dalam kelenjar penghasil susu dan menyerang jaringan sekitarnya. Biasanya lebih sulit untuk dideteksi melalui mamografi daripada karsinoma duktal invasif.
-
Kanker Payudara In Situ
Kanker payudara yang ketiga adalah kanker payudara in situ. Kanker payudara ini merupakan jenis kanker payudara yang terbatas pada area tempat kanker dimulai dan belum menyebar ke jaringan sekitarnya. Terdapat dua jenis kanker payudara in situ yang umum, yaitu:
a. Kanker Duktal In Situ (Ductal Carcinoma In Situ, DCIS)
kanker payudara ini merupakan jenis kanker payudara yang terbatas pada saluran susu dan belum menembus dinding saluran susu. Jika tidak diobati, DCIS dapat berkembang menjadi kanker invasif.
b. Kanker Lobular In Situ (Lobular Carcinoma In Situ, LCIS)
Kanker payudara ini merupakan kondisi di mana sel-sel abnormal ditemukan dalam kelenjar lobulus, tetapi belum menyerang jaringan sekitarnya. LCIS seringkali tidak dianggap sebagai kanker invasif, tetapi dapat meningkatkan risiko mengembangkan kanker payudara di kemudian hari. -
Kanker Inflamasi Payudara
Kanker payudara yang keempat adalah kanker inflamasi payudara. Merupakan jenis kanker payudara yang agresif dan jarang terjadi. Gejala utama kanker inflamasi payudara termasuk peradangan, pembengkakan, dan kemerahan pada payudara.
-
Kanker Payudara Metastatik
Kanker payudara kelima adalah kanker payudara metastik. kanker ini merupakan jenis kanker payudara yang telah menyebar ke bagian tubuh lain, seperti tulang, hati, paru-paru, atau otak. Kanker payudara metastatik seringkali terjadi pada tahap lanjut dan memiliki prognosis yang lebih rendah.
Berikut Gejala Kanker Payudara:
-
Benjolan pada Payudara
Kanker payudara memiliki gejala berupa benjolan pada payudara. Benjolan atau tonjolan yang dapat dirasakan pada payudara atau di sekitar ketiak adalah salah satu gejala paling umum kanker payudara. Benjolan tersebut bisa terasa keras, tidak bergerak, dan tidak nyeri. Namun, tidak semua benjolan pada payudara adalah tanda kanker.
-
Perubahan Bentuk atau Ukuran Payudara
Kanker payudara dapat menyebabkan perubahan pada bentuk atau ukuran payudara. Misalnya, payudara yang mengalami pengerutan, penyempitan, atau asimetri yang tidak biasa.
-
Perubahan pada Kulit Payudara
Kanker payudara akan merubah kulit pada payudara. Kanker Beberapa perubahan pada kulit payudara dapat menjadi tanda kanker, seperti kemerahan, penebalan, tekstur seperti kulit jeruk, atau adanya ulserasi (luka terbuka) pada kulit.
-
Perubahan pada Puting Susu
Kanker payudara juga dapat menyebabkan perubahan pada puting susu, seperti retraksi (penarikan ke dalam), perubahan bentuk, perubahan warna, atau keluarnya cairan yang tidak normal, terutama jika berdarah.
-
Nyeri pada Payudara
Kanker payudara akan menyebabkan nyeri pada payudara. Meskipun jarang, beberapa wanita dengan kanker payudara mengalami nyeri pada payudara. Namun, penting untuk dicatat bahwa nyeri pada payudara tidak selalu menjadi tanda kanker payudara, dan bisa memiliki penyebab lain.
-
Pembengkakan Ketiak
Kanker payudara akan menyebabkan pembengkakan pada ketiak. Jika sel kanker telah menyebar ke kelenjar getah bening di ketiak, pembengkakan atau benjolan pada ketiak dapat menjadi tanda kemungkinan adanya kanker payudara.
Berikut Penyebab Kanker Payudara:
-
Usia
Kanker payudara dapat disebabkan oleh usia. Risiko kanker payudara meningkat seiring bertambahnya usia. Kanker payudara lebih umum pada wanita yang berusia di atas 50 tahun.
-
Riwayat Kesehatan Pribadi
Kanker payudara dapat disebabkan oleh riwayat kesehatan pribadi. Wanita yang pernah menderita kanker payudara pada satu payudara memiliki risiko lebih tinggi untuk mengembangkan kanker payudara pada payudara lainnya. Selain itu, riwayat lesi prakanker seperti hiperplasia atau adenosis juga dapat meningkatkan risiko.
-
Riwayat Keluarga
Kanker payudara disebabkan oleh riwayat keluarga. Riwayat keluarga dengan kanker payudara dapat meningkatkan risiko seseorang. Jika ada anggota keluarga langsung (seperti ibu, saudara perempuan, atau anak perempuan) yang menderita kanker payudara, risiko dapat meningkat.
-
Mutasi Genetik
Kanker payudara dapat disebabkan oleh mutasi genetik. Mutasi gen BRCA1 dan BRCA2 dapat meningkatkan risiko kanker payudara. Wanita dengan mutasi gen ini memiliki risiko yang jauh lebih tinggi untuk mengembangkan kanker payudara dibandingkan dengan populasi umum.
-
Faktor Hormonal
Kanker payudara dapat disebabkan oleh faktor hormonal. Eksposur jangka panjang terhadap hormon estrogen, seperti menstruasi yang dimulai pada usia yang lebih muda (sebelum 12 tahun), menopause yang terjadi pada usia yang lebih tua (setelah 55 tahun), atau terapi hormon pengganti yang panjang setelah menopause, dapat meningkatkan risiko.
-
Faktor Gaya Hidup
Kanker payudara dapat disebabkan oleh gaya hidup. Beberapa faktor gaya hidup yang dapat meningkatkan risiko kanker payudara meliputi obesitas, kurangnya aktivitas fisik, konsumsi alkohol yang berlebihan, merokok, dan pola makan yang tidak sehat.
-
Paparan Radiasi
Kanker payudara dapat disebabkan oleh papran radiasi. Paparan radiasi tinggi pada dada pada usia muda, seperti radioterapi sebelum usia 30 tahun, dapat meningkatkan risiko kanker payudara.
-
Faktor Lingkungan
Kanker payudara dapat disebabkan oleh lingkungan. Beberapa studi menunjukkan bahwa paparan jangka panjang terhadap bahan kimia tertentu, seperti pestisida, dapat meningkatkan risiko kanker payudara. Namun, hubungan antara faktor lingkungan dan kanker payudara masih dalam penelitian lebih lanjut.
Berikut Cara Mengobati Kanker Payudara:
-
Operasi
Kanker payudara pada umumnya diobati dengan cara operasi. Pembedahan sering digunakan untuk mengangkat tumor payudara dan jaringan di sekitarnya. Beberapa jenis operasi yang umum dilakukan termasuk lumpektomi (pengangkatan bagian tumor dan sekitarnya), mastektomi (pengangkatan seluruh payudara), atau mastektomi bilateral (pengangkatan kedua payudara). Pembedahan juga dapat melibatkan pengangkatan kelenjar getah bening di ketiak untuk memeriksa penyebaran kanker.
-
Radioterapi
Kanker payudara juga dapat diobati dengan radiotrapi. Radioterapi menggunakan sinar radiasi untuk menghancurkan sel-sel kanker yang mungkin tersisa setelah operasi atau untuk mengendalikan pertumbuhan tumor. Radioterapi biasanya diberikan setelah operasi untuk membersihkan sisa-sisa sel kanker atau dapat diberikan sebelum operasi untuk mengurangi ukuran tumor.
-
Kemoterapi
Kanker payudara dapat diobati dengan cara kemotrapi. Kemoterapi melibatkan penggunaan obat-obatan kanker yang dapat dikonsumsi melalui mulut atau diberikan melalui suntikan untuk membunuh sel-sel kanker di seluruh tubuh. Kemoterapi sering digunakan untuk mengobati kanker payudara yang telah menyebar atau memiliki risiko tinggi untuk kambuh.
-
Terapi Hormonal
Kanker payudara dapat disembuhkan dengan terapi hormonal. Terapi hormonal digunakan untuk menghambat pertumbuhan sel kanker yang dipicu oleh hormon estrogen atau progesteron. Ini dapat melibatkan penggunaan obat-obatan hormonal, seperti tamoxifen atau inhibitor aromatase, yang mengurangi produksi hormon estrogen.
-
Terapi Target
Kanker payudara selain diobati dengan empat cara diatas, juga dapat diobati dengan terapi target. Terapi target adalah penggunaan obat-obatan yang mengarah pada komponen khusus dalam sel kanker untuk menghentikan pertumbuhan dan mematikan sel-sel kanker. Contoh terapi target dalam kanker payudara adalah penggunaan trastuzumab untuk mengobati kanker payudara HER2 positif.


