Medan, 19 Agustus 2026 — Program Studi Spesialis Kedokteran Keluarga Layanan Primer (PPDS KKLP) Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (FKIK UMSU) kembali melaksanakan evaluasi kompetensi peserta didik melalui Objective Structured Clinical Examination (OSCE). Kegiatan ini merupakan bagian penting dari proses pendidikan dan evaluasi untuk memastikan peserta didik memiliki kompetensi klinis yang sesuai dengan standar pendidikan dokter spesialis. Ujian OSCE dilaksanakan pada Rabu, 19 Agustus 2026, dan diikuti oleh sebanyak 21 peserta yang terdiri atas peserta didik semester 1, semester 2, dan semester 3 Program Studi Spesialis Kedokteran Keluarga Layanan Primer FKIK UMSU. Pelaksanaan ujian dibagi menjadi dua sesi. Sesi pertama berlangsung pada pukul 08.00–12.00 WIB, sedangkan sesi kedua dilaksanakan pada pukul 13.30–17.00 WIB. Pembagian sesi dilakukan untuk mendukung pelaksanaan ujian secara terstruktur sehingga setiap peserta memperoleh kesempatan yang sama dalam mengikuti seluruh rangkaian evaluasi.
OSCE merupakan salah satu metode evaluasi yang digunakan untuk menilai kemampuan peserta didik dalam menerapkan pengetahuan dan keterampilan klinis secara langsung. Berbeda dengan evaluasi yang hanya mengukur aspek pengetahuan secara teoritis, OSCE memberikan kesempatan untuk menilai berbagai kemampuan yang dibutuhkan dalam praktik pelayanan kesehatan, termasuk keterampilan klinis, komunikasi, pengambilan keputusan, serta penerapan pendekatan yang sistematis dalam menghadapi permasalahan kesehatan. Bagi peserta Program Studi Spesialis Kedokteran Keluarga Layanan Primer, pelaksanaan OSCE memiliki peran penting karena kompetensi yang dibutuhkan tidak hanya berkaitan dengan penguasaan ilmu kedokteran, tetapi juga kemampuan menerapkan prinsip kedokteran keluarga dalam memberikan pelayanan yang komprehensif, berkesinambungan, dan berorientasi pada pasien serta keluarga. Melalui metode OSCE, peserta didik dihadapkan pada berbagai skenario yang dirancang untuk menggambarkan situasi klinis yang dapat dijumpai dalam praktik pelayanan kesehatan. Peserta dituntut untuk menunjukkan kemampuan dalam melakukan anamnesis, pemeriksaan, komunikasi dengan pasien, menentukan langkah penatalaksanaan, memberikan edukasi, serta mengambil keputusan klinis berdasarkan permasalahan yang dihadapi.
Pelaksanaan ujian ini juga menjadi bagian dari proses pembinaan peserta didik agar mampu mengintegrasikan pengetahuan yang diperoleh selama proses pembelajaran dengan keterampilan klinis yang dibutuhkan dalam pelayanan nyata. Dengan demikian, evaluasi tidak hanya berorientasi pada hasil akhir, tetapi juga menjadi bagian dari proses memastikan kesiapan peserta didik dalam menjalankan kompetensi profesionalnya. Sebanyak 21 peserta dari semester 1, 2, dan 3 mengikuti ujian dalam rangkaian yang telah disiapkan oleh program studi. Perbedaan tingkat semester tersebut menjadi bagian dari tahapan pendidikan yang memungkinkan evaluasi disesuaikan dengan perkembangan kompetensi masing-masing peserta didik. Pelaksanaan OSCE juga mencerminkan komitmen Program Studi Spesialis Kedokteran Keluarga Layanan Primer FKIK UMSU dalam menerapkan sistem evaluasi pendidikan yang terukur dan berkesinambungan. Evaluasi kompetensi secara berkala diperlukan untuk mengetahui pencapaian peserta didik sekaligus menjadi bahan bagi program studi dalam melakukan pengembangan dan peningkatan kualitas proses pembelajaran. Dalam pendidikan dokter spesialis, proses evaluasi memiliki posisi yang sangat penting. Peserta didik tidak hanya dituntut untuk memahami teori, tetapi juga harus mampu menerapkan pengetahuan tersebut secara tepat dalam menghadapi berbagai kondisi klinis. Oleh karena itu, kombinasi antara evaluasi pengetahuan dan keterampilan klinis menjadi bagian penting dalam memastikan tercapainya kompetensi lulusan.
Pelaksanaan OSCE juga menjadi salah satu bentuk upaya program studi dalam menjaga quality assurance pendidikan. Hasil evaluasi dapat digunakan sebagai salah satu indikator untuk melihat perkembangan kemampuan peserta didik serta mengidentifikasi aspek kompetensi yang masih perlu ditingkatkan melalui proses pembelajaran dan pembinaan selanjutnya. Upaya menjaga mutu pendidikan tersebut sejalan dengan komitmen FKIK UMSU untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi sesuai dengan kebutuhan pelayanan kesehatan. Khususnya pada bidang kedokteran keluarga layanan primer, lulusan diharapkan mampu memberikan pelayanan yang menyeluruh dengan memperhatikan aspek individu, keluarga, dan komunitas. Melalui pelaksanaan OSCE, peserta didik juga didorong untuk membangun sikap profesional dalam menghadapi pasien. Kemampuan berkomunikasi secara efektif, menunjukkan empati, menjaga etika profesi, serta mengambil keputusan secara bertanggung jawab menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kompetensi seorang dokter spesialis. Kegiatan evaluasi seperti OSCE diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai kesiapan peserta didik dalam menjalankan peran profesionalnya. Selain menjadi instrumen penilaian, pelaksanaan ujian juga dapat menjadi pengalaman pembelajaran yang membantu peserta didik mengenali kekuatan maupun aspek yang masih perlu dikembangkan dalam kompetensi klinis mereka.
Program Studi Spesialis Kedokteran Keluarga Layanan Primer FKIK UMSU akan terus berupaya melakukan penguatan sistem pendidikan dan evaluasi agar proses pembelajaran berjalan secara optimal. Evaluasi yang dilaksanakan secara berkala menjadi bagian dari upaya memastikan setiap tahapan pendidikan dapat menghasilkan capaian kompetensi yang sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Dengan terselenggaranya ujian OSCE ini, diharapkan seluruh peserta didik dapat terus meningkatkan kemampuan akademik, keterampilan klinis, komunikasi, profesionalisme, serta kemampuan menerapkan prinsip kedokteran keluarga dalam pelayanan kesehatan. Pelaksanaan ujian OSCE pada akhirnya bukan hanya menjadi agenda evaluasi akademik, tetapi juga bagian dari komitmen bersama dalam menjaga dan meningkatkan kualitas lulusan Program Studi Spesialis Kedokteran Keluarga Layanan Primer FKIK UMSU. Melalui proses pendidikan dan evaluasi yang terstruktur, FKIK UMSU terus berupaya mempersiapkan dokter spesialis yang kompeten, profesional, berintegritas, serta mampu memberikan pelayanan kesehatan yang bermutu dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

