Medan — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (FKIK UMSU) melalui ajang Penilaian Kemajuan Pelaksanaan (PKP2) Program Kreativitas Mahasiswa Perguruan Tinggi Muhammadiyah ‘Aisyiyah (PKM PTMA) 2026. Tidak hanya satu, tetapi dua tim mahasiswa FKIK UMSU berhasil meraih prestasi sekaligus menempati podium juara dalam dua kategori berbeda pada kegiatan yang berlangsung secara daring, Sabtu, 29 Agustus 2026.
Dalam ajang tersebut, tim FKIK UMSU berhasil meraih Juara 1 pada kategori PKM Pengabdian kepada Masyarakat (PKM-PM) melalui karya berjudul “Transformasi Posyandu Srikandi IV Pahlawan melalui Aplikasi Triase Digital Terintegrasi Deteksi Dini Risiko Kehamilan Menuju Layanan Kesehatan Ibu Berkualitas”. Sementara itu, tim lainnya berhasil meraih Juara 2 pada kategori PKM Riset Eksakta (PKM-RE) melalui penelitian berjudul “Formulasi Eyedrop Quercetin Daun Lobak (Raphanus sativus L.) Terenkapsulasi Fluorocarbon-Modified Chitosan sebagai Inhibitor VEGF Retinopati Diabetik: Studi In-Vivo.”
Kedua tim tersebut mendapatkan pendampingan dari Assoc. Prof. Dr. dr. Humairah Medina Liza Lubis, M.Ked.(PA)., Sp.PA, yang turut berperan dalam mendukung proses pengembangan gagasan, pelaksanaan program, hingga persiapan mahasiswa menghadapi penilaian dalam ajang PKP2 PKM PTMA 2026.
Pada kategori PKM-PM, tim yang berhasil meraih Juara 1 diketuai oleh Fikri Al Kahfi Sitanggang, dengan anggota Yolanda Erista, Nadine Ratu Habsari, Fatimah Az Zahra, dan Selvi Grasella. Karya yang mereka usung berangkat dari upaya menghadirkan inovasi dalam pelayanan kesehatan ibu melalui pemanfaatan teknologi digital di Posyandu Srikandi IV Pahlawan.
Gagasan tersebut mengintegrasikan aplikasi triase digital dengan deteksi dini risiko kehamilan sebagai bagian dari upaya mendukung layanan kesehatan ibu yang lebih berkualitas. Pengembangan inovasi ini menunjukkan bagaimana mahasiswa dapat menghubungkan ilmu kesehatan yang diperoleh selama proses pendidikan dengan kebutuhan nyata yang terdapat di masyarakat.
Melalui kategori pengabdian kepada masyarakat, mahasiswa tidak hanya dituntut menghasilkan gagasan yang inovatif, tetapi juga mampu menerjemahkan gagasan tersebut menjadi sebuah program yang memiliki manfaat dan relevansi bagi masyarakat sasaran. Hal ini menjadi bagian penting dalam pembentukan karakter mahasiswa sebagai calon tenaga kesehatan yang memiliki kepekaan terhadap berbagai persoalan kesehatan di masyarakat.
Keberhasilan tim PKM-PM FKIK UMSU meraih Juara 1 sekaligus menunjukkan bahwa inovasi di bidang kesehatan dapat dikembangkan melalui pendekatan kolaboratif antara ilmu kedokteran, teknologi, dan pemberdayaan masyarakat. Pemanfaatan teknologi digital dalam mendukung deteksi dini risiko kehamilan menjadi salah satu bentuk upaya mahasiswa untuk menghadirkan solusi yang sesuai dengan perkembangan kebutuhan pelayanan kesehatan.
Sementara itu, prestasi lainnya diraih oleh tim PKM Riset Eksakta yang berhasil menempati Juara 2. Tim tersebut diketuai oleh Zahra Ramadhani, dengan anggota Setia Nurhidayah, Kaysha Natania Nurdin Putri, Dzaki Ahmad Lubis, dan Husnul Fikri.
Penelitian yang diangkat oleh tim PKM-RE tersebut berfokus pada formulasi eyedrop quercetin yang berasal dari daun lobak (Raphanus sativus L.) yang dienkapsulasi menggunakan fluorocarbon-modified chitosan sebagai inhibitor VEGF pada retinopati diabetik melalui studi in-vivo. Topik tersebut memperlihatkan upaya mahasiswa dalam mengembangkan penelitian berbasis bahan alam dan teknologi formulasi untuk mengeksplorasi potensi pendekatan terapi pada salah satu komplikasi diabetes.
Keikutsertaan mahasiswa dalam PKM-RE memberikan pengalaman penting dalam proses penelitian ilmiah, mulai dari merumuskan permasalahan, menyusun gagasan penelitian, mengembangkan metode, melakukan pengujian, hingga mempresentasikan hasil dan perkembangan penelitian di hadapan tim penilai. Proses tersebut menjadi bagian dari pembelajaran yang dapat memperkuat kemampuan berpikir kritis dan keterampilan riset mahasiswa.
Prestasi yang diraih oleh kedua tim tersebut juga memperlihatkan keberagaman kontribusi mahasiswa FKIK UMSU dalam bidang kesehatan. Satu tim mengembangkan inovasi yang berorientasi pada pengabdian dan peningkatan layanan kesehatan ibu di masyarakat, sementara tim lainnya mengembangkan penelitian eksakta yang mengeksplorasi potensi terapi untuk retinopati diabetik.
Dua capaian tersebut menjadi gambaran bahwa kreativitas mahasiswa kedokteran dapat dikembangkan melalui berbagai pendekatan. Ilmu yang diperoleh di ruang perkuliahan dapat dikembangkan menjadi gagasan pengabdian, inovasi teknologi kesehatan, maupun penelitian eksperimental yang berpotensi memberikan kontribusi terhadap perkembangan ilmu pengetahuan.
Bagi FKIK UMSU, pencapaian dalam PKP2 PKM PTMA 2026 menjadi bagian dari upaya mendorong mahasiswa untuk aktif dalam kegiatan ilmiah dan kompetisi akademik. Kegiatan Program Kreativitas Mahasiswa memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan di luar pembelajaran rutin, sekaligus membangun pengalaman dalam menyusun dan mempertanggungjawabkan sebuah karya secara ilmiah.
Keberhasilan dua tim tersebut juga tidak terlepas dari kerja sama antara mahasiswa dan dosen pendamping. Pendampingan akademik menjadi salah satu bagian penting dalam proses pengembangan karya mahasiswa, terutama dalam menjaga agar gagasan yang dikembangkan memiliki dasar ilmiah, tujuan yang jelas, serta dapat dipertanggungjawabkan dalam proses penilaian.
Capaian ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa FKIK UMSU lainnya untuk terus berani mengembangkan ide dan mengikuti berbagai kegiatan penelitian, pengabdian kepada masyarakat, maupun kompetisi ilmiah. Setiap gagasan yang dikembangkan dengan kesungguhan memiliki kesempatan untuk menjadi karya yang memberikan manfaat, baik bagi perkembangan ilmu pengetahuan maupun bagi masyarakat.
Prestasi tersebut juga menjadi pengingat bahwa keberhasilan dalam kompetisi bukan hanya tentang penghargaan yang diperoleh, tetapi juga tentang proses panjang di balik sebuah karya. Mulai dari menemukan permasalahan, menyusun solusi, melakukan penelitian atau pengabdian, menghadapi berbagai tantangan, hingga mampu mempertahankan gagasan di hadapan tim penilai merupakan pengalaman berharga dalam perjalanan akademik mahasiswa.
Dengan diraihnya Juara 1 PKM-PM dan Juara 2 PKM-RE, dua tim mahasiswa FKIK UMSU telah membawa nama fakultas dalam ajang PKP2 PKM PTMA 2026 sekaligus menunjukkan semangat mahasiswa dalam mengembangkan inovasi kesehatan. Dua karya tersebut hadir dari dua pendekatan yang berbeda, namun memiliki tujuan yang sama, yaitu menghadirkan gagasan yang dapat memberikan kontribusi bagi bidang kesehatan.
FKIK UMSU menyampaikan selamat dan apresiasi kepada kedua tim mahasiswa atas capaian yang telah diraih, serta kepada Assoc. Prof. Dr. dr. Humairah Medina Liza Lubis, M.Ked.(PA)., Sp.PA selaku dosen pendamping atas pendampingan dan dukungan yang diberikan selama proses pelaksanaan kegiatan.
Capaian ini diharapkan menjadi bagian dari perjalanan mahasiswa FKIK UMSU untuk terus meningkatkan kemampuan akademik, kreativitas, keterampilan penelitian, serta kepedulian terhadap masyarakat. Semangat untuk menghasilkan karya yang inovatif dan bermanfaat diharapkan terus tumbuh sehingga semakin banyak mahasiswa FKIK UMSU yang berani membawa gagasan mereka ke berbagai forum dan kompetisi di tingkat nasional maupun internasional.
Dua tim, dua karya, dua podium. Dari inovasi layanan kesehatan ibu hingga penelitian mengenai potensi terapi retinopati diabetik, mahasiswa FKIK UMSU kembali menunjukkan bahwa ide, riset, dan pengabdian yang dikerjakan dengan serius dapat menghasilkan prestasi sekaligus membuka ruang untuk memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Selamat kepada kedua tim PKM FKIK UMSU. Terus berkarya, terus berinovasi, dan terus membawa nama FKIK UMSU semakin berprestasi.




