Medan — Dosen Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (FKIK UMSU), dr. Tegar Adriansyah Putra Siregar, M.Biomed., Ph.D., menorehkan prestasi di tingkat internasional melalui kontribusinya dalam bidang penelitian dan publikasi ilmiah. Selain berhasil meraih Best Article Award melalui jurnal Pathogens and Disease, Dr. Tegar juga dipercaya menjadi reviewer pada jurnal internasional bereputasi Emerging Microbes & Infections yang terindeks Scopus Q1. Kepercayaan sebagai reviewer tersebut diberikan oleh dewan redaksi Emerging Microbes & Infections, jurnal yang diterbitkan oleh Taylor & Francis Publisher, sejak Oktober 2025. Berdasarkan informasi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, jurnal tersebut berada pada kuartil pertama (Q1) Scopus dan menempati peringkat tinggi dalam bidang mikrobiologi serta penyakit infeksi.
Peran sebagai reviewer merupakan bentuk keterlibatan akademisi dalam proses penelaahan ilmiah sebelum suatu artikel diterbitkan. Dalam menjalankan tugas tersebut, Dr. Tegar berkontribusi dalam menelaah manuskrip sesuai bidang kepakarannya, sekaligus menjaga objektivitas dan kualitas proses publikasi ilmiah. Pencapaian tersebut tidak terlepas dari rekam jejak penelitian yang dibangun secara konsisten. Dr. Tegar memiliki fokus penelitian pada tuberkulosis, Mycobacterium tuberculosis, autofagi, respons imun terhadap infeksi, serta interaksi antara pejamu dan patogen (host-pathogen interaction). Sejak 2016, ia juga aktif sebagai dosen FKIK UMSU yang mengampu bidang mikrobiologi dan imunologi. Konsistensi dalam mengembangkan penelitian menjadi salah satu prinsip yang terus dijaga oleh Dr. Tegar. Ia berupaya mempertahankan produktivitas publikasi dengan menargetkan setidaknya satu artikel ilmiah setiap tahun pada jurnal yang terindeks Scopus Q1.
“Saya menjaga publikasi agar setidaknya dalam satu tahun itu ada satu artikel ilmiah yang publish di jurnal terindeks Scopus Q1,” ujar Dr. Tegar.
Menurut Dr. Tegar, perjalanan untuk memperoleh kepercayaan sebagai reviewer tidak berlangsung secara instan. Rekam jejak penelitian yang konsisten dalam bidang tertentu menjadi bagian penting dalam membangun kepakaran yang kemudian dapat dikenali oleh komunitas ilmiah dan dewan redaksi jurnal internasional. Ia menjelaskan bahwa selama sekitar lima tahun, dirinya secara konsisten membangun rekam jejak penelitian pada bidang Mycobacterium tuberculosis, respons imun terhadap infeksi, serta interaksi antara pejamu dan patogen. Konsistensi tersebut kemudian menjadi salah satu dasar yang memperkuat pengakuan terhadap kepakarannya di bidang tersebut.
Selain dipercaya sebagai reviewer jurnal internasional, Dr. Tegar juga memiliki pencapaian penting melalui publikasi ilmiah yang berhasil memperoleh Best Article Award tahun 2022 pada jurnal Pathogens and Disease. Artikel tersebut berjudul “The autophagy-resistant Mycobacterium tuberculosis Beijing strain upregulates KatG to evade starvation-induced autophagic restriction” dan menempatkan Dr. Tegar sebagai salah satu penulis, sekaligus penulis pertama. Artikel tersebut ditulis bersama 11 peneliti lainnya. Artikel tersebut dipilih secara bulat oleh Editors-in-Chief Pathogens and Disease sebagai artikel terbaik untuk tahun 2022. FEMS juga mencatat bahwa penghargaan tersebut merupakan bagian dari Article Awards yang diberikan kepada artikel terbaik dari jurnal-jurnal FEMS.
Penghargaan tersebut diberikan melalui FEMS Journals bersama Oxford University Press, penerbit nirlaba yang menjadi mitra penerbitan jurnal-jurnal FEMS. Untuk penghargaan tahun 2022, seluruh artikel yang diterbitkan pada jurnal terkait secara otomatis masuk dalam proses pertimbangan, kemudian Editors-in-Chief dan dewan editorial masing-masing jurnal memilih artikel terbaik. Bagi Dr. Tegar, penghargaan tersebut sekaligus menjadi bagian dari perjalanan panjang dalam membangun rekam jejak akademik. Konsistensi antara penelitian, publikasi, dan keterlibatan dalam komunitas ilmiah menjadi proses yang saling berkaitan. Peran sebagai dosen sekaligus reviewer jurnal internasional juga menghadirkan tantangan tersendiri, terutama dalam hal manajemen waktu. Di satu sisi, Dr. Tegar tetap menjalankan kewajiban tridharma perguruan tinggi sebagai dosen. Di sisi lain, tugas sebagai reviewer menuntut ketelitian, objektivitas, dan waktu untuk melakukan penelaahan terhadap manuskrip yang diberikan oleh jurnal.
“Tantangannya lebih banyak di manajemen waktu. Dosen di Indonesia harus melakukan tridharma. Setelah melakukan tridharma perguruan tinggi, baru harus melakukan review dan menjaga objektivitas dari manuskrip yang disubmit kepada saya,” tuturnya.
Perjalanan akademik Dr. Tegar juga didukung oleh latar belakang pendidikan dan kepakaran yang kuat. Ia menyelesaikan pendidikan sarjana di Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara, kemudian melanjutkan pendidikan S2 Ilmu Biomedik dengan fokus mikrobiologi di Universitas Indonesia. Pendidikan doktoralnya ditempuh di Department of Microbiology, Mahidol University, Thailand. Dalam menjalankan penelitian, Dr. Tegar juga menilai dukungan institusi memiliki peran penting dalam menjaga keberlanjutan aktivitas akademik. Fasilitas laboratorium, skema hibah internal, dan dukungan terhadap kegiatan penelitian menjadi bagian yang membantu dosen dalam mengembangkan riset serta menghasilkan publikasi ilmiah yang dapat berkontribusi pada perkembangan ilmu pengetahuan. Kiprah Dr. Tegar sebagai peneliti, penulis artikel ilmiah, dan reviewer jurnal internasional menunjukkan keterkaitan antara aktivitas pendidikan, penelitian, dan pengembangan ilmu pengetahuan. Pengalaman tersebut juga menjadi bagian dari kontribusi dosen FKIK UMSU dalam memperluas jejaring akademik serta meningkatkan keterlibatan institusi dalam ekosistem penelitian dan publikasi ilmiah internasional.
Bagi FKIK UMSU, capaian tersebut menjadi bagian dari penguatan budaya akademik yang mendorong dosen untuk terus mengembangkan kepakaran, melakukan penelitian secara konsisten, serta menghasilkan publikasi ilmiah yang berkualitas. Keterlibatan dosen dalam jurnal internasional juga membuka ruang untuk terus mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan sekaligus berkontribusi dalam menjaga kualitas publikasi ilmiah. Perjalanan Dr. Tegar memperlihatkan bahwa pencapaian akademik dibangun melalui proses yang berkelanjutan. Dari penelitian di laboratorium, pembelajaran di ruang kelas, publikasi hasil riset, hingga keterlibatan dalam proses peer review, seluruhnya menjadi bagian dari perjalanan untuk menghasilkan penelitian yang berkualitas dan memberikan kontribusi bagi perkembangan ilmu pengetahuan. Melalui pencapaian tersebut, FKIK UMSU terus mendorong dan mendukung dosen untuk mengembangkan potensi akademik dan kepakaran masing-masing, sehingga dapat memberikan kontribusi yang semakin luas, baik bagi institusi, komunitas ilmiah, maupun masyarakat.


